Senin, 02 Februari 2015

MY LOVE MY LDR MY SPIRIT MY STORY


 

Berawal dari perkenalan singkat yang tak perlu aku tuturkan, aku dan dia memulai kisah cinta kami.
kami menjalin komitmen untuk saling mendukung satu sama lain.
Kami muda kami terpisah. ya seperti itulah kisah cinta kami 
umurku di ujung belasan waktu itu dan ia pun baru memulai angka 2 nya
tapi kami sudah harus melalui dengan perjuangan berat
Aku memulainya dengan 7 bulan dalam Dormitory yang tidak mencekam tapi membuatku harus bangun jam 2 pagi dan tidur jam 12 malam. antara sedikit jam itupun aku harus bangun untuk berjaga menjaga keamanan Dormitory dan teman-temanku.
Menangis, Berdarah, Lelah dan akhirnya hanya Semangat penolong aku tentunya di Luar doa sakti yang ku haturkan pada Tuhan di setiap langkah ku.
Apapun yang terjadi di dalam Dormitory biar hanya "aku dan mereka" saja yang merasakannya karena itu adalah bentuk perjuanganku sebagai Putri Pilihan.
dan Dia memang merencanakan lebih awal namun tak lama setelah aku memulai 7 bulanku dia pun memulai perjuangan 2 tahunnya di sana (Filiphina, Canada, US).
dia-pun sama melewati 2 tahunnya dengan bertaruh nyawa di setiap latihannya.
tak satu-dua kali aku mendengarnya jatuh dari ketinggian bersama burung besi yang dikendarainya.
Pernah satu waktu aku melanggar aturan 7 bulanku demi memberinya semangat ketika aku dapat berita bahwa dia bersama burung besinya jatuh.
Dia berjuang di sana bukan untuk dirinya sendiri, bukan hanya sekedar menggapai cita-citanya dan bukan sekedar menaikan taraf kehidupannya.
Dia di sana berjuang untu adik perempuannya yang menjadi tanggung jawabnya setelah kedua orangtuanya pergi.
Tak jarang kami beradu ego karena rindu kami, tapi semua itu bisa kami lewati karena tujuan kami untuk membangun masa depan bersama. 
Dan kami bertahan dengan hubungan kami yang tak biasa ini.
Karena kami sama sama tau kami sedang berjuang bukan bersenang-senang.
Entah sampai kapan kami harus terpisah kami hanya bisa meyakini bahwa semua akan indah pada waktunya.  
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar